Selasa, 04 Agustus 2015

sejarah kita

SEJARAH YANG HARUSNYA DIKENANG 
NAMUN TERLUPAKAN
Pada episode kali ini saya sebagai penulis juga sebagai calon sejarawan yang ikut meramaikan khazanah pendidikan didunia sejarah akan mengulas sedikit mengenai sejarah masa ratusan tahun silam. Kita banyak mengetahui sejarah-sejarah yang banyak terjadi di kehidupan ini. Kita katakan berumum pada sejarah dunia, terkhususkan untuk kali ini aceh dan terspesialkan pada sebuah tempat. Nah, sebelum melaju ke topik pembahasannya ada baiknya, kita membicarakan sedikit. Apa sih sejarah itu? Nah menurut beberapa buku yang telah saya baca. Dapat saya simpulkan bahwa,  sejarah itu adalah suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau yang tidak dapat diulang kembali dan mungkin dapat dikaji kembali. Maksudnya? Maksudnya adalah sejarah itu merupakan suatu peristiwa yang telah terjadi baik setahun yang lalu, sebulan yang lalu, sehari yang lalu, dan walaupun itu sedetik yang lalu. Itu juga dinamakan dengan sejarah. Dan peristiwa tersebut tidak dapat diulang persis seperti yang ada. Misalnya, kita ingin mengulang kejadian tersebut  pada waktu yang sama, dan tempat yang sama. Itu merupakan suatu kemustahilan karena itu tidak mungkin. Namun, peristiwa itu dapat dikaji kembali dengan menafsirkan dan menerjemahkan barang-barang yang ada di sekeliling terjadinya peristiwa tersebut apabila ingin mengetahui secara langsung kronologisnya.
Kita cukupkan pembahasan mengenai pengertian sejarahnya. Nah, berbicara  tentang sejarah memang tidak ada habisnya. Segala sesuatu yang ada didunia ini memiliki sejarahnya. Baik itu makhluk hidup atau pun benda- benda yang mati. Baik sejarah kemunculan barang tersebut sampai sejarah munculnya nama dari "sesuatu" tersebut. Begitu juga tempat, banyak tempat yang ada diindonesia khususnya aceh memiliki banyak sejarahnya. Mulai dari sejarah sebuah tempat maupun sejarah dari nama tempat tersebut.
Untuk kali ini kita akan membahas mengenai sebuah tempat atau lebih tepatnya sebuah desa atau gampong. Yang bernama “ GAMPONG PANDEE”. 
bacanya miring yaaa!!
 
            mengapa sih dinamakan gampong pande? jadi, nama ini dinamakan GAMPONG PANDEE dikarenakan pada zaman dulu pada saat masih menjamurnya kerajaan di aceh. Gampong ini dikenal banyak memiliki pengrajin yang pandai. Pandainya mereka bukanlah pandai yang biasa saja tetapi pandainya mereka sangat luarbiasa. Mengapa demikian? Karena mereka memiliki pengrajin yang pandai mengolah emas, besi, tembaga, dan lain sebagainya. Dan para pengrajin ini juga menghasilkan banyak barang-barang yang digunakan oleh para raja-raja di kerajaan. Seperti koin emas yang atau koin-koin yang lain yang banyak dihasilkan di gampong pande ini.
            Berbicara tentang gampong pande, pasti timbul pertanyaan. Dimanakah tempat tersebut? Mungkin orang yang diluar masih sangat asing dengan gampong ini. Namun, bagi orang yang telah lama berada di aceh khususnya warga kota pasti mengetahuinya. Gampong pandee adalah suatu desa yang terletak di pinggiran kota yang tak jauh dari pusat kota banda aceh. Yang berada sekomplek dengan desa pelanggahan dan gampong jawa yang berada di pinggiran sungai peunayong. Tidak perlu pening untuk mencarinya karena banyak penanda jalan yang membuat kita tak akan tersesat.
            Lalu, apasih yang hebohnya di gampong pande ini ? Di gampong pande dikenal dengan desa "seribu nisan". Mengapa demikian? Karena memang terbukti dari pantauan kami yang juga telah mengobservasi di sebuah lokasi yang bersejarah. Disini banyak terdapat nisan-nisan yang berumur sangat tua. Juga banyak terdapat makam raja-raja. Baik itu raja yang ada di gampong pandee atau sekitarnya maupun makam para pendatang.
            Nah, salah satunya yang kami temui yaitu suatu komplek MAKAM PUTROE IJOE. Yang namun, makam ini tidak kami observasi secara detail dikarenakan masih diragukan kebenaran mengenai komplek tersebut. Meskipun demikian, jelas terlihat disini setiap suatu makam ditandai dengan 2 batu nisan. Dan komplek makam ini tidak terlalu luas. Dilihat dari sisi kanan ada sekitar kurang lebih 10 makam yang masing-masingnya memiliki nisan tersendiri.

sisi kanan tanda

sisi kiri yang banyak mengalami patahan dari nisannya
            Berbeda dengan makam yang berada disebelah kanan papan nama. Disebelah kirinya tidak kita dapati makam yang beraturan. Yang kami amati yaitu adanya nisan yang sudah mengalami patahan yang diakibatkan oleh tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam. Yang dimana tempat ini merupakan tempat terparah yang terkena bencana tersebut juga karena posisinya berada dekat dengan laut.
            Untuk keterangan makam ini tidak kami amati secara detail juga dikarenakan kurangnya informasi daripada penjaga makam. Tapi, kami mengamati sedikit banyaknya dari suatu makam raja yang masyhur pada masanya yang juga diakui kebenarannya yang tidak diragukan lagi. Coooba tebak makamsiapa ini ????

Mungkin ada sebagian yang tahu.
Ini adalah komplek makamnya................


            yah, Ini komplek makam kedua yang kami temui dan sedikitnya kami mencari tahu keterangannya dari warga setempat yang menjadi narasumber kami. Berikut beberapa informasi yang dapat kami simpulkan dari wawancara kami dengan narasumbernya.
Nama tuan di kandang ini bukanlah nama dari yang sebenarnya. Nama tuan di kandang ini hanyalah sebagai nama yang diberikan oleh warga setempat. Nama asli dari beliau ialah AL-MAQDUM ABI ABDULLAH SYEIKH ABDURRAUF AL-MULAQQAB TUAN DI KANDANG. Dari nama beliau pun tidak dapat kita ambil kebenarannya karena ini belum tentu benar. Nama akan terus berubah seiring dengan perkembangan zaman juga perkembangan sejarah. Beliau merupakan satu dari beberapa tokoh yang mennyebarkan agama islam di aceh. Beliau salah satu utusan dari baghdad yang juga membawa beberapa pengikutnya sekita kurang lebih 400an. Kompleks makam ini berumur sekitar kurang lebih 859 tahun. Dan dikatakan juga komplek makam ini lebih tua daripada makam tgk abdurrauf as-singkily atau dikenal dengan tgk syiah kuala yaitu ulama tersohor aceh.
dan ini merupakan nisan-nisan yang ada disana 

dan berikut sedikit video nya :


Lalu ada sesuatu yang membuat kami terkejut dikarenakan sesuatu yang tersembunyi ini. Yaitu sebuah sumur tua yang berumur seumuran dengan makam dan lokasinya tidak berada jauh dari makam. Dan sumur tersebut nampak seperti tidak terawat karena banyak rumput yang berada disekeliling sumur tersebut dan juga menutupi bagian dari sumur tersebut.
Dan beberapa tahun yang lalu sumur ini masih digunakan namun dikarenakan warga sudah memiliki sumur sendiri sehingga sumur ini sudah jarang digunakan. Dan ada usulan dari salah satu warga bahwa sumur ini akan kembali dijaga dan kembali dirawat dan digunakan seperti adanya lagi. Dan juga seharusnya pemerintah juga berpengaruh dalam melestarikan hal-hal yang seperti ini untuk yang lainnya sepertinya cukup. Dan harapan dari warga setempat juga semoga dalam beberapa bulan ataupun tahun kedepan tempat ini lebih menjadi tempat yang dikenal karena bagaimana pun juga ini yang seharusnya diutamakan tapi mengepa ini juga yang dilupakan. Semoga ada ada penerus setelah ini yang ikut berpartisipasi untuk melestarikan tempat yang berpengaruh seperti ini.

dan berikut kami luncurkan video terakhir yang ada sebagai penutup dan rangkuman dari semua pembahasan kali ini. 
 


Sekian pembahasan mengenai GAMPONG PANDE ini. hanya ini yang dapat saya sampaikan bila ada kekurangan mungkin dapat ditambah karena saya baru pemula dan baru pertama sekali melakukan observasi juga saya baru menjajaki diri dalma dunia sejarah. dapat dikatakan belum terlalu mahir.
sekali lagi terimakasih telah membaca
semoga bermanfaat
wabillahitaufiqwalhidayah
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selasa, 16 Juni 2015

mungkin sebuah nama panggilan dalam suatu hubungan tidak berarti buat sebagian orang
orang beranggapan sebuah nama dalam suatu hubungan apalah,,hanya sebuah panggilan super lebay untuk orang yang disayang.
tetapi buat ku tidak,,nama memang sebuah identitas,,nama adalah sebuah doa,,tapi jika aku memutuskan nama panggilan yang sangat berarti adalah dimana nama yang spesial buat seseorang yang benar-benar aku sayang.
dan terkadang aku sering debat dengan pasanganku hanya sebuah nama,,iya,,kata nama adalah sebuah hal yang sepele,,aku bersikeras tetap ingin dibuat nama panggilan dalam sebuah hubungan,,memang iya,,nama ku sebenarnya ikhfatul sea,,orang-orang banyak memanggilku sea atau ifat.
tapi buat kamu,,dalam sebuah percakapan aku selalu sering tanya untuk kamu,,nama spesial kita apa????
pertanyaan itu selalu muncul disetiap percakapan ku bersam kamu,,
kamu menanggapi dengan santai dan penuh dengan canda tawa.
iya,,itu memang suatu respon yang tidak asing lagi bagiku,,bagi telingaku
dan dalam sebuah momen yang sangat bersejarah bagiku,,kamu menyetujui dalam sebuah pembuatan nama denganku,,meski awalnya penuh dengan canda tawa,,dan tepatnya pada malam selasa tgl 15 mei 2015,,aku meresmikan nama kita,,dan kamu sepakat dengan nama itu,,nama panggilan yang terfikir dan melintas dikepalaku,,(HUBBY-DEAR)
hubb dalam bhasa arab artinya cinta,,dalam bahasa inggris kata hubby adalah kata slang dari husband yang artinya suami
aku panggil kamu dear dan kamu panggil aku hubby,,itulah bentuk keseriusanku buat kamu

Selasa, 19 Mei 2015

TOLAK BALO( MENOLAK BENCANA)

dikecamatan kami menggamat kabupaten aceh selatan tradisi kenduri tolak balo telah menjadi kenduri yang sangat melekat diadakan dimasarakat menggamat
kenduri ini diadakan hampir setiap tahun,,sistem dari kenduri ini adalah masarakat kami beramai-ramai kesebuah tepi sungai yang sungai itu dinamakan lawe melang(air luas).
sesudah masarakat menggamat sampai di sungai lawe melang kemudian,,,ada suatu kepala suku atau tengku imam yang membacakan doa ditengah sungai tersebut.
setelah kepala suku membacakan doa kemudian,,tengku tersebut mengambil air disekelilingnya dalam sebuah botol aqua,,kemudian diletakkan diatas perahu lalu masarakat tersebut bisa mengambil air itu untuk dijadikan khasiat.
masarakat kami percaya bahwa,,barang siapa yang meminum air aqua tersebut maka akan disembuhkan dari segala penyakit.
sesudah acara itu selesai,,masarakat kami kemudian memotong kerbau ditepi sungai dan dimakan bersama-sama.
sesudah selesai makan bersama,,masarakat kami kemudian melanjutkan kendurinya dengan menaiki perahu untuk mengarungi sungai lawe melang tersebut.
bagi yang tidak pergi atau tidak menaiki perahu tersebut,,masarakat kami mendirikan sebuah tenda,,dimana tenda itu dijadikan sebuah pertunjukan tari dari daerah kami.
selesai acara tolak bala itu selesai dilaksanakan,,kepala suku kemudian membagikan daging kerbau yang berlebih dan juga lemang,,itu dibagikan kepada masarakat yang kurang mampu.
itulah acara kenduri dikampung kami.          

catatan sendiri                                      

Minggu, 17 Mei 2015

Pada Suatu Ketika di dalam embun,,Angin Pagi Menghembuskan dinginKita Masih disini dalam rentang sikap yang tak sama,,,hingga pada suatu ketika,,perbedaan tidak harus diperdebatkan,,pikirku,,sebab memang kita sudah beda jalan pikiran,,pendapat yang terbentang jauh,,justru harus didekatkan,,diungkapkan,,maka,,perbedaan itupunsebagai tak berjarak

Selasa, 12 Mei 2015

Aku Belajar Untuk Tidak Mendapatkannya Sekarang
karena Aku Mau Menunggu,,,Sampai Apa yang Kuinginkan itu Benar-Benar Menjadi yang Terbaek Untukku,,karena Aku Yakin Semua Akan Indah Pada waktunya
Amieeenn....
Cinta Bukan Melemahkan Hati,,,Bukan Membawa Tangis
Bukan Membuat Kita Putus Asa,,Tapi ,,,Cinta itu Menguatkan Hati,,,Menghidupkan Harapan
kisah Cinta Hayati dan Engku Zainuddin,,dari Negeri padang

yang akhirnya Hayati ditenggelamkan oleh Tragedi Kapal Van Der wijk dan disaat ajalnya mau dijemput Hayati Masih Mengungkapkan Cintanya pada Engku Zainuddin,,disaat Engku Zainuddin Membenci dan Mengusirnya dari Singga sana,,,karena Hayati Pernah Mengkhianati Cinta Engku Zainuddin,,Untuk Memilih hidup Bersama Laki-Laki lain,,Tuan Aziz,,Akhirnya Timbul penyesalan yang Mendalam bagi Engku Zainuddin,,,karena cita-cita Mereka Berdua tidak dapat diwujudkan

Rabu, 06 Mei 2015

Bangsa Mongol Dan Dinasti ILKHAN

jatuhnya kota baghdad pada tahun 1258 M, ke tangan bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah disana, tapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban islam. karena baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.
  bangsa mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia, yang membentang dari asia tengah sampai ke siberia utara, tibet selatan, dan manchuria barat serta Turkistan Timur, nenek moyang mereka bernama Alanja khan, yang mempunyai dua putera kembar, kedua putra itu melahirkan dua suku bangsa besar, Mongol dan Tartar. mongol mempunyai anak bernama Ilkhan, yang melahirkan keturunan pemimpin bangsa mongol, dalam kehidupan bangsa mongol sangat sederhana, mereka mendirikan kemah-kemah dan berpindah-pindh tempat.
orang-orang mongol mempunyai watak yang kasar,suka berperang, dan berani menghadang maut dalam mencapai keinginannya.
mereka sangat patuh kepada pemimpin nya, mereka menganut agama syamaniah menyembah bintang-bintang,dan sujud kepada matahari yang sedang terbit.

kemajuan bangsa mongol secara besar-besaran terjadi pada masa kepemimpinan Yasugi Bahadur Khan. ia berhasil menyatukan 13 kelompok suku yang ada pada waktu itu. setelah yasugi meninggal ,putranya Timujin yang masih berusia 13 tahun tampil sebagai pemimpin. dalam waktu 30 tahun, ia berusaha  memperkuat angkatan perangnya dengan menyatukan bangsa Mongol dengan suku bangsa lain.
sehingga menjadi pasukan yang teratur dan tangguh, pada tahun 1206 M, ia mendapat gelar Jengis Khan, Raja yang perkasa, ia menetapkan suatu undang-undang yang disebutnya Alyasak, untuk mengatur kehidupan rakyatnya. wanita mempunyai kewajiban yang sama dengan lelaki dalam kemiliteran, pasukan perang dibagi menjadi beberapa kelompok , setelah pasukannya terorganisasi dengan baik, Jengis Khan berusaha memperluas daerah kekuasaannya dengan melakukan penaklukan terhadap daerah lain, serangan pertama diarahkan pada kerajaan cina, mereka berhasil menduduki peking pada tahun 1215 M. sasaran selanjutnya adalah negeri-negeri islam, pada tahun 606H/1209M, tentara mongol keluar dari daerahnya dengan tujuan Turki dan Ferghana
SEBAB-SEBAB KEMUNDURAN PEMERINTAHAN BANI ABBAS

 Berakhirnya kekuasaan dinasti seljuk atas baghdad atau kilafah abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. pada periode ini, khalifah abbasiyah tidak lagi berada dibawah kekuasaan suatu dinasti islam berdiri. ada diantaranya yang cukup besar, namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. para khilafah abbasiyah, sudah merdeka dan berkuasa kembali, tetapi hanya di baghdad dan sekitarnya. wilayah kekuasaan yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. pada masa inilah tentara Mongol dan Tatar menyerang baghdad. baghdad dapat dihancurkan oleh pasukan mongol tanpa perlawanan yang berarti. kehancuran baghdad akibat serangan tentara mongol, ini adalah awal babak baru dalam sejarah islam. yang disebut masa pertengahan.
sebagaimana yang terlihat dalam khilafah abbasiyah,masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidak datang secara tiba-tiba, benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama, hanya pada khalifah pada periode ini sangat kuat.
dalam sejarah kekuasaan bani abbas, terlihat bahwa apabila khalifah kuat, para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil, tetapi jika khalifah lemah mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan.
faktor-faktor yang menyebabkan  khilafah abbasiyah menjadi mundur:

1. persaingan antar bangsa
2. kemerosotan ekonomi
3. konflik keagamaan
4. ancaman dari luar
    AKU Berjuang
Hanya untuk 2 hal

Orang Tua,
  yang mesti Bahagia dihari Tuanya
Dan Cinta yang Akan Mendampingiku kelak

Selasa, 21 April 2015

PEMBENTUKAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM
Alauddin Muhammad daud syah
Dua pilih lima tahun setelah kerajaan indra purba mengalahkan Ratu Nian Nion Liang khi, Maharaja Indra sakti  meninggal dunia. Menantunya, Meurah Johan, menggantikannya dengan gelar Sultan Alaiddin johan syah. Pada hari jumaat, bulan ramhadan, tahun 601 H/1205 M, kerajaan Indra Purba, Indra Patra, Indra Purwa, Indra Jaya dan kerajaan Seudu secara resmi dan bersama-sama dileburkan dalam satu kerajaan. Peleburan ini menghasilkan sebuah kerajaan islam yang dikenal dengan kerajaaan  Darussalam, dengan ibukotanya Bandar Darussalam.
Ketika itu, belum dicantumkan kata aceh dalam bentuk kerajaan. Hal ini disebabkan oleh wilayah politiknya yang masih terbatas dan belum bergabungnya seluruh kerajaan-kerajaan Islam kecil disekelilingnya. Kerajaan baru ini, kadangkala disebut kerajaan islam Aceh atau Kerajaan Darussalam saja. Berdasarkan catatan silsilah  raja-raja aceh, para raja Kerajaan Darussalam terdiri dari:
Sultan ‘’Alaiddin Johan Syah (601-631 H/1025-1234 M)
Sultan ‘’Alaiddin Ahmad Syah (631-665 H/1234-1267 M)
Sultan ‘’Alaiddin Johan Mahmud Syah (665-700 H/1267-1309 M)
Sultan ‘’Alaiddin Firman Syah (708-755 H/1309-1354 M)
Sultan ‘’Alaiddin Mansyur Syah (755-811 H/1354-1400 M)
Sultan ‘’Alaiddin Mahmud Syah (811-870 H/1408-1465 M)
Sultan ‘’Alaiddin Husein Syah (870-885 H/1465-1480 M)
Sultan ‘’Alaiddin Inayat Syah (885-895 H/1480-1490 M)
Sultan ‘’Alaiddin Mudhafar Syah (895-902 H/1490-1497 M)
Sultan ‘’Alaiddin Syamsu Syah bin Raja Munawar Syah (902-916 H/1497-1511 M).
Selama masa pemerintahan dari sepuluh orang Sultan di atas, terdapat beberapa kejayaan  yang dapat di catat. Diantaranya, adanya mesjid Bait al- Rahman di kota banda aceh yang didirikan pada tahun 691 H/1292 M. Mesjid ini menjadi lambang kejayaan Islam di Aceh dahulu, terutama pada masa pemerintahan Sultan’’Alaiddin Muhammad Daud Syah (665-700 H/1267-1309 M). Kejayaan lain yang dikenal sejarah adalah dibangunnya sebuah keraton yang disebut dengan ‘’keraton Dar al-Dunya’’

Pada masa pemerintahan Sultan Syamsu Syah(902-916 H/1497-1511 M), dibangun pula Mesjid yang lain, yaitu Mesjid Bait al-Rahim. Sultan ini juga membina sebuah keraton sendiri, yaitu  ‘’keraton kuta Alam’’. Keraton ini dikelilingi oleh sebuah tebing raksasa yang menjadi benteng keraton tersebut, yaitu ‘’Teunambak pidie’’. Daerah tersebut terletak antara sungai aceh dan kota peunayong. Banda Aceh.

Minggu, 12 April 2015

Sejarah Tapaktuan(ACEH SELATAN) dengan Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga
Aceh selatan atau dengan sebutan tapak tuan sangat terkenal dengan sebuahLegenda Tuan Tapa dan Putri Naga. Cerita ini sangat terkenal didalam masyarakat disana. Cerita ini sangat mudah untuk dapat kita dengar. sampai  Adapun Legenda tersebut dibarengi dengan peninggalan peninggalan yang memiliki bentuk dan rupa seperti yang tersebut di dalam cerita tersebut. Ada baiknya saya ceritakan sedikit tentang Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga itu.
”dizaman dahulu kala, di Aceh Selatan hidup sepasang naga . Sepasang naga ini, memiliki anak perempuan yang disebut Putri Naga atau Putri Bungsu. Putri ini cantik jelita.  Putri nan rupawan ini,  didapat dari laut kepas disaat selesai badai dahsyat yang menenggelamkan sebuah kapal dari daratan cina.
Konon, pada saat itu, sepasang naga tersebut sedang menyusuri lautan yang bergelombang. Si Naga jantan tiba-tiba berhenti, tertegun memperhatikan sebuah titik hitam di tengah laut. Titik hitam itu menarik perhatiannya. Lambat-lambat titik hitam itu kian mendekat ke arah sang naga disebabkan oleh arus gelombang laut. Si Naga Jantan dan Betina terus memperhatikan titik hitam itu. Ketika titik hitam itu semakin mendekat, Sang Naga melihat adanya kayu pecahan dari sebuah kapal dan diantara kayu-kayu tersebut terdapat seorang bayi mungil tersangkut diatas kayu yang mengapung.
Bayi mungil ini terapung-apung dipermainkan ombak hingga akhirnya sepasang naga itu menolong dan mengasuhnya disarang mereka. Karena sepasang naga tersebut tidak mempunyai keturunan lalu bayi mungil itu mereka jadikan sebagai anak pungut dan diberi nama dengan Putri Bungsu atau lebih dikenal dengan nama Putri Naga. Syahdan, sepasang naga dan si putri bungsu mendiami sebuah daratan disekitar Desa Batu Itam (nama sekarang) Kecamatan Tapaktuan Aceh Selatan.
Memang pada masa itu memang sering terlihat masuknya kapal – kapal dagang dari negeri asing ke wilayah Aceh Selatan untuk membeli rempah-rempah yang tumbuh subur didaerah tersebut., nilam, cengkeh dan pala merupakan komoditi yang paling banyak terdapat di daratan Aceh Selatan, makanya lalu lintas perairan dikawasan itu cukup ramai.
Kembali kecerita, Sepasang naga itu sangat senang mendapatkan putri berbentuk manusia. Dengan suka cita sepasang naga tersebut mengasuh dan merawat si putri. Sementara itu, setelah selamat dan menepi kedarat orangtua kandung si Putri (asal dari cina ) begitu sedih kehilangan buah hatinya setelah perahu mereka kandas dihempas badai dahsyat. Mereka berpikir bahwa anak perempuan kesayangannya sudah hilang tenggelam dalam laut, sehingga dengan perasaan pilu  merekapun kembali kenegeri asal dengan menumpang kapal dagang lain.
Kedua Naga itu sangat menyanyangi putri pungut mereka. Bahkan, Naga betina selalu memeluk putri kecil itu dalam cengkeramnya agar tidak hilang. Layaknya anak-anak, Putri bungsu setelah sadar dari pingsannya, ketakutan dan menangis sejadi-jadinya begitu melihat sosok Naga yang menyeramkan. Walaupun sedih, sepasang naga tersebut berupaya agar Putri bungsu tidak merasa ketakutan dan mau menerima mereka sebagai keluarga barunya. Seiring waktu, Putri bungsu akhirnya menerima keadaannya dan bergaul dengan hangat dengan sepasang naga tersebut.
Saking sayangnya pada Putri Bungsu, naga jantan menciptakan tempat bermain nan indah di gunung itu. Mulai dari tempat pemandian si putri hingga tempat – tempat lainnya dipenuhi agar Putri Bungsu suka dan tidak pergi dari mereka. Semua Semua itu dilakukan agar Putri Bungsu betah tinggal bersama mereka.
Begitulah, sementara itu waktu terus bergulir. Putri Bungsu pun sudah merangkak remaja. Kedua ekor naga tersebut sangat memuji akan kecantikan Putri Bungsu. Matanya sedikit sipit, kulit yang putih serta pembawaannya yang anggun membuat sepasang naga makin sayang kepada Putri Bungsu. Mereka sangat memanjakan sang putri. Sementara itu, Putri Bungsu yang bertahun-tahun tinggal dan menetap bersama dua ekor naga dalam sebuah gua mulai merasa tidak betah. Berkali-kali dia meminta pada ‘orangtua asuhnya’ agar diperkenankan untuk melihat daratan dan melihat orang-orang, namun kedua naga tidak menyetujui. Dalam anggapan mereka, apabila si putri diizinkan keluar, maka kemungkinan untuk ditinggalkan sudah tentu ada. Itulah sebabnya Putri Bungsu tidak pernah dibawa ke daratan.
Hingga pada suatu hari, Putri Bungsu bertekat untuk segera meninggalkan kediaman orang tua asuhnya tersebut. Niat untuk melarikan diri ini pun dirancang dengan matang sehingga kedua naga yang cerdas itu tidak mengetahui. Hari demi hari terus berlalu, Putri Bungsu yang jelita semakin patuh pada aturan sang naga. Hal ini membuat sepasang naga yakin dan percaya bahwa si putri tidak akan meninggalkan mereka. Oleh karena itu, sering terlihat sepasang naga pergi mengarungi lautan dan meninggalkan Putri Bungsu sendiri di goa kediaman mereka.
Putri Bungsu bukanlah gadis yang bodoh. Walaupun sering ditinggalkan sendiri sehingga peluang untuk pergi terbuka, tapi demi menjaga kepercayaan sang naga kepadanya, dia membiarkan keadaan tersebut berlangsung. Bahkan, pada suatu hari ada terlihat sebuah kapal yang melaju agak dekat dengan kediamannya. Dalam hatinya merasa sangat gembira manakala terlihat olehnya manusia-manusia yang berpakaian rapi berdiri dianjungan kapal. Saat itu dengan berani, Putri Bungsu mulai sering menampakkan diri dipenggir goa agar kehadirannya disitu menjadi perhatian setiap kapal yang lewat.
Hingga pada ketika, disaat sepasang naga berpamitan untuk pergi agak lama sehingga harus meninggalkan sang putri sendirian digoa. Putri Bungsu sangat girang karena dalam kurun waktu tersebut, rencana untuk melarikan diri akan terlaksana. Begitulah, setelah puluhan kilometer naga berlalu, ada sebuah kapal berlayar dan kebetulan sudah menyaksikan keelokan sang putri dan nakhkoda kapal pun segera bersandar didekat pulau itu kemudian membawa Putri Bungsu berlayar. Biasanya, setiap kapal tidak berani dekat-dekat dengan pulau tersebut karena sering bertiup angin kencang dan sering membuat awak kapal sangat kerepotan menjaga agar tidak tenggelam. Hal ini disebabkan oleh ulah kedua naga itu yang tidak ingin tempat mereka didekati.
Setelah Sang Putri berlayar, ditempat lainnya, Naga betina merasa hatinya tidak nyaman sehingga memutuskan untuk kembali kekediaman mereka. Namun betapa bingungnya kedua naga itu karena keberadaan putri bungsu tidak terlihat. Seluruh sudut pulau itu mereka susuri namun Putri Bungsu sudah hilang. Naga Betina sangat sedih sementara itu naga jantan marah.
Akhirnya diputuskan untuk mencari Putri Bungsu dilautan lepas. Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang lewat. Kebetulan dilautan terlihat sebuah titik hitam yang melaju dekat dengan sebuah pulau besar. Dengan segera kedua naga tersebut mengejarnya. Setelah mengintai, mereka melihat Putri Bungsu berada disana. Kedua naga sangat marah, mengira Putri mereka diculik manusia sehingga kapal dan seluruh penumpang menjadi terancam. Dengan ketakutan, seluruh penumpang kapal berteriak – teriak. Angin membawa teriakan mereka pada sebuah goa yang bernama Goa Kalam. Didalamnya terdapat seorang tua yang sedang bertapa. (Tidak ada keterangan yang jelas siapa nama sebenarnya dari tokoh ini-red). Orang tua ini disebut dengan Tuan Tapa. Tuan tapa yang mendengar jeritan dan teriakan ketakutan merasa tidak tentram. Lalu, Tuan tapa mengambil tongkatnya dan keluar dari goa. Dengan kesaktiannya, Tuan Tapa melihat dengan jelas ditengah lautan terjadi perkelahian antara sepasang naga dengan penumpang kapal.
Tanpa menunggu, Tuan Tapa kemudian merubah ukuran tubuhnya menjadi besar. (menurut cerita, laut didaerah Tapaktuan hanya sebatas pinggangnya -red). Setelah itu dengan pesat, Tuan Tapa menengahi perkelahian yang tidak seimbang itu. Namun sepasang naga yang sudah kalap berbalik menyerang Tuan Tapa. Karena terjadi gelombang besar akibat gerakan sepasang naga itu, Kapal pun terlempar jauh. Perkelahian antara sepasang naga dengan Tuan Tapa berlangsung seru. Bertubi – tubi kedua naga menyemburkan api dari mulutnya sementara ekor dan cakar mereka tidak ketinggalan menyerang. Begitulah, berkat kesaktian dari Tuan Tapa, semua serangan sepasang naga berhasil diredam.
Akibat perkelahian itu, Pulau besar yang berada ditengah laut pun hancur dan terpisah-pisah menjadi 99 buah (selanjutnya disebut dengan Pulau Banyak, pulau ini berada di kabupaten Aceh Singkil)
Hingga pada suatu ketika, Tongkat Tuan Tapa berhasil mengenai tubuh naga jantan sehingga hancur terberai. Darahnya memancar keluar, sebagian besar terpencar ke bagian pesisir dan membeku (Selanjutnya tempat dimana darah naga itu tumpah disebut dengan Desa Batu Sirah atau Batee Mirah). Sementara hati dan jantungnya juga tercampak kepesisir (daerah ini disebut dengan desa Batu Itam atau Batu yang menghitam -red). Naga Jantan mati dengan tubuh hancur.
Melihat pasangannya mati,  Naga betina ketakutan lalu melarikan diri.  Demi menghindar dari kematian, Naga Betina yang panik lari tanpa tujuan dan menabrak sebuah pulau lainnya sehingga pecah menjadi dua pulau (selanjutnya disebut dengan Pulau Dua, berada diwilayah laut Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan).
Sementara itu, akibat dari pertempuran antara sepasang Naga dan Tuan Tapa, masih meninggalkan jejak berupa tongkat. Setelah dipugar, Tongkat itu, dipercayai sebagai tongkat Tuan Tapa.
Kemudian, Bagaimana nasib sang Putri? menurut cerita, Sang Putri akhirnya kembali hidup normal layaknya manusia dan hidup bahagia bersama kedua orangtuanya didaratan cina.
Dan Lagenda ini telah diperkuat dengan beberapa bukti yang telah ditinggalkan oleh Si Tuan Tapa berupa Tongkat dan Topinya yang berada di tengah laut Tapaktuan dan hanya bisa di lihat dari sebuah gunung yang bernama Gunung Lampu menjelang pasang sudah surut. Kemudian sebuah Tapak kaki dan makam Tuan Tapa yang ukurannya besar.
Begitulah sedikit cerita tentang Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga dari Kota Tapaktuan menurut versi yang saya kumpul dari beberapa tokoh masyarakat Aceh Selatan. Banyak versi yang beredar didalam masyarakat. terlepas dari beragam versi tersebut semuanya tidak lain hanya ingin memperkenalkan bahwa inilah Kota Naga, Inilah Tapaktuan dengan legendanya yang hebat  agar generasi mendatang mengetahui tentang asal usul sebutan Kota Naga yang melekat dengan Kota Tapaktuan.