PEMBENTUKAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM
Alauddin Muhammad daud syah
Dua pilih lima tahun setelah kerajaan indra purba
mengalahkan Ratu Nian Nion Liang khi, Maharaja Indra sakti meninggal dunia. Menantunya, Meurah Johan,
menggantikannya dengan gelar Sultan Alaiddin johan syah. Pada hari jumaat,
bulan ramhadan, tahun 601 H/1205 M, kerajaan Indra Purba, Indra Patra, Indra
Purwa, Indra Jaya dan kerajaan Seudu secara resmi dan bersama-sama dileburkan
dalam satu kerajaan. Peleburan ini menghasilkan sebuah kerajaan islam yang
dikenal dengan kerajaaan Darussalam,
dengan ibukotanya Bandar Darussalam.
Ketika itu, belum dicantumkan kata aceh dalam bentuk
kerajaan. Hal ini disebabkan oleh wilayah politiknya yang masih terbatas dan
belum bergabungnya seluruh kerajaan-kerajaan Islam kecil disekelilingnya.
Kerajaan baru ini, kadangkala disebut kerajaan islam Aceh atau Kerajaan
Darussalam saja. Berdasarkan catatan silsilah
raja-raja aceh, para raja Kerajaan Darussalam terdiri dari:
Sultan ‘’Alaiddin Johan Syah (601-631 H/1025-1234 M)
Sultan ‘’Alaiddin Ahmad Syah (631-665 H/1234-1267 M)
Sultan ‘’Alaiddin Johan Mahmud Syah (665-700 H/1267-1309 M)
Sultan ‘’Alaiddin Firman Syah (708-755 H/1309-1354 M)
Sultan ‘’Alaiddin Mansyur Syah (755-811 H/1354-1400 M)
Sultan ‘’Alaiddin Mahmud Syah (811-870 H/1408-1465 M)
Sultan ‘’Alaiddin Husein Syah (870-885 H/1465-1480 M)
Sultan ‘’Alaiddin Inayat Syah (885-895 H/1480-1490 M)
Sultan ‘’Alaiddin Mudhafar Syah (895-902 H/1490-1497 M)
Sultan ‘’Alaiddin Syamsu Syah bin Raja Munawar Syah (902-916
H/1497-1511 M).
Selama masa pemerintahan dari sepuluh orang Sultan di atas,
terdapat beberapa kejayaan yang dapat di
catat. Diantaranya, adanya mesjid Bait al- Rahman di kota banda aceh yang
didirikan pada tahun 691 H/1292 M. Mesjid ini menjadi lambang kejayaan Islam di
Aceh dahulu, terutama pada masa pemerintahan Sultan’’Alaiddin Muhammad Daud
Syah (665-700 H/1267-1309 M). Kejayaan lain yang dikenal sejarah adalah
dibangunnya sebuah keraton yang disebut dengan ‘’keraton Dar al-Dunya’’
Pada masa pemerintahan Sultan Syamsu Syah(902-916
H/1497-1511 M), dibangun pula Mesjid yang lain, yaitu Mesjid Bait al-Rahim.
Sultan ini juga membina sebuah keraton sendiri, yaitu ‘’keraton kuta Alam’’. Keraton ini
dikelilingi oleh sebuah tebing raksasa yang menjadi benteng keraton tersebut,
yaitu ‘’Teunambak pidie’’. Daerah tersebut terletak antara sungai aceh dan kota
peunayong. Banda Aceh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar